Agustus adalah bulan yang bersejarah bagi Indonesia. Sebagai bangsa yang besar, Indonesia memiliki banyak suku dan budaya yang terbentang luas dari ujung Sumatera hingga Papua. Pada kesempatan spesial inilah The Culture Hub, sebuah wadah komunitas untuk berbudaya, menggelar perayaan kultural besar pertamanya yang bertajuk “Local Nation” pada Sabtu dan Minggu, 15-16 Agustus 2026 di Atrium Mall @ Alam Sutera, Tangerang Selatan. Ada 18 susunan acara menarik yang cocok untuk anak-anak hingga dewasa dan 24 tenants yang terdiri dari kuliner, UMKM lokal, hingga wastra nusantara turut memeriahkannya.
Local Nation Hari Pertama
Persiapan dari jauh hari akhirnya terlaksana di panggung budaya. Local Nation hari pertama dibuka dengan prakata dari tiga sosok di balik The Culture Hub yaitu Ryan Boba (Om Botak Batik), Rae Maya, dan Vanessa Setiawan. “Kami bertiga dari background yang berbeda-beda, tapi sama-sama punya satu tujuan yaitu memperkenalkan budaya Indonesia lebih luas lagi,” ungkap Maya. Ryan juga menyampaikan bahwa The Culture Hub adalah komunitas budaya yang inklusif, sehingga siapa saja boleh ikut bergabung dan bersama-sama mempromosikan budaya Indonesia yang kaya kepada masyarakat, khususnya kaum muda. Selain itu, ungkapan bela sungkawa juga disampaikan oleh Vanessa bagi masyarakat di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang pagi itu dilanda gempa sebesar 7,7 SR. “NTT sedang berduka. Semoga saudara-saudara kita di sana dilindungi Tuhan,” imbuhnya.
1. Fashion Show Para Ibu WOMB Community
The Culture Hub tentu tidak sendirian dalam menyukseskan perhelatan ini. Bersama WOMB Community, sebuah komunitas pemberdayaan perempuan dan para ibu yang berbasis di Tangerang Selatan yang diketuai oleh Julia Margareth, Local Nation menghadirkan fashion show baju tradisional daerah Indonesia yang diperagakan oleh para ibu bersemangat dan antusias. Di bawah binaan koreografer Eddy Ongko, mereka berjalan di panggung, turun menghampiri pengunjung, dan memperlihatkan betapa cantik busana Indonesia. Busana tradisional dari Faithful Wardrobe ini mencakup busana daerah Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, dan masih banyak lagi.
2. Simfoni Tari, Musik Anak-anak, dan Svara Indonesia
Panggung selanjutnya diberikan kepada anak-anak dari sanggar Profile Dance Project. Mereka menampilkan tari tradisional dalam balutan busana daerah. Kemudian dilanjutkan dengan pertunjukan dari Sekolah Bina Benih Bangsa, dan persembahan musik daerah dengan ukulele dan pembacaan puisi dari Srigansrikandi.
Selain itu, ada pula penampilan anak-anak dari Armiya Husein Music Lesson yang membawakan beragam lagu daerah dan juga pop Indonesia, seperti Ibu Pertiwi, Indonesia Pusaka, Dayung Sampan, Laskar Pelangi, dan masih banyak lagi yang diiringi dengan alunan piano, cello, biola, dan flute.
3. Membaca, Merasa, Berkarya bersama Good Enough Parents
Membaca sangat erat hubungannya dengan tumbuh kembang anak. Pada kesempatan ini, Damar Wahyu Wijayanti dan Pritta Tyas, yang merupakan penggagas Good Enough Parents, melangsungkan peluncuran perdana buku “Seri Cerita Perasaanku” karya Beta Sindiana di Local Nation. Kedua penggagas GEP memiliki latar belakang Psikologi dan penulis bukunya berlatar belakang aktivis gizi serta parenting, sehingga buku bacaan mereka sangat baik untuk membantu perkembangan anak-anak serta orang tua. Setelah peluncuran buku, acara diikuti dengan pembacaan buku secara interaktif oleh Damar, kemudian dilanjutkan dengan sesi talkshow bersama Pritta Tyas.
4. Kreasi Tumpeng Bersama Sunny Cooking Corner dan Dailymeal
Merayakan kemerdekaan bareng si kecil dengan cara yang seru seperti menghias tumpeng. Bersama Rizky dari Sunny Cooking Corner dan beras jagung dari Dailymeal, orang tua dan anak berkreasi membuat tumpeng tiga tingkat lengkap dengan aneka lauk nusantara dan hiasan daun pisangnya juga. Kegiatan menghias tumpeng ini juga diikuti oleh mom-fluencer seperti Jovanzka Devina. “Acara kids activity-nya seru… kayak bikin nasi tumpeng. Emma happy banget,” ujarnya.
5. Berkain bersama Wisni Drupadi
Batik dengan nuansa merah putih disiapkan oleh panitia Local Nation dan Wisni Drupadi untuk digunakan oleh peserta yang mendaftarkan diri sebelumnya. Wisni Drupadi sendiri adalah seorang panutan bagi pegiat berkain dan pecinta kebaya karena 55 gaya berkain yang diciptakannya. Selain itu, ia juga menjadi sosok di balik brand Saung Batik Wdrupadi. Peserta berkain terlihat sangat antusias akan ilmu yang dibagikan karena ternyata berkain tidak berarti “kuno” atau ketinggalan zaman. Berkain dengan cara modern adalah wujud sikap cinta budaya. “Aku hari ini datang ke Local Nation dan ikut workshop-nya Mba Wisni Berkain. Seru banget karena kami nyobain (tutorial) yang biasanya di Instagram nontonnya, terus ini nonton dan praktik langsung,” kata Putri, salah satu peserta workshop berkain bersama Wisni Drupadi.
6. Bergembira Menonton Aniwayang Desa Timun
Daud Nugraha, kreator sekaligus penggagas Aniwayang Desa Timun, memulai sesinya dengan Senam Desa Timun bersama anak-anak. Lagu dan gerakannya yang khas berhasil selalu membekas di ingatan mereka. Kemudian, acara dilanjutkan dengan pertunjukkan dongeng menggunakan aniwayang.
“Mengajak anak nonton wayang adalah salah satu wishlist-ku,” ungkap Jesslyn Cintammy, seorang mom-fluencer. Ia mengatakan bahwa pengenalan akan cerita, makanan, tarian, dan musik Indonesia adalah hal-hal yang perlu dikenalkan kepada anak-anak. “Anak-anak jadi tahu kalau budaya Indonesia itu juga bisa seru dan menyenangkan,” tambahnya.
Setelah itu, ini adalah sesi yang paling ditunggu-tunggu, yaitu anak-anak mencoba menjadi dalang di balik layar menggunakan aniwayang Desa Timun.
7. Dolan Gembira bareng HomPimPah
Siapa bilang board game hanya bisa dimainkan oleh anak-anak? Tania Andria membuat papan bermain dengan misi spesial yang menggunakan mainan tradisional Indonesia bernama HomPimPah, seperti bekel, congklak, ketapel, kelereng, suit, dan gasing. “Kami main bareng anak-anak, remaja, bahkan orang dewasa. Seru sekali melihat para pemain larut dalam Hompimpah World yang bertemakan suasana tradisional Indonesia, dengan karakter-karakter lucu yang mewakili keberagaman suku dan ras Indonesia,” ungkap Tania.
Selain mengurangi screen time, permainan seperti HomPimpah ini membuat kita bernostalgia akan masa kecil dan merajut kehangatan bersama peserta lain lewat interaksi selama bermain.
8. Golden Mom: Mewujudkan Perempuan Indonesia yang Berdaya
Golden Mom, sebuah platform bisnis online (sistem kemitraan) yang memiliki fokus untuk memberdayakan perempuan, khususnya ibu rumah tangga, dari rumah. Pada kesempatan ini, Golden Mom juga turut merayakan ulang tahunnya yang ke-9 bersama para mitra yang berprestasi dalam mendapatkan penghasilan dari menjual produk telur dan keperluan rumah tangga di lingkup sekitar tempat tinggal mereka.
Keseruan Local Nation yang diselenggarakan The Culture Hub di hari pertama ini diharapkan mampu mengingatkan setiap orang, bahwa Indonesia memiliki kebudayaan yang kaya. Ada beragam makanan, wastra, hingga hiburan nusantara yang mungkin kian terlupa di era yang marak dengan teknologi dan serba digital. Yuk, simak kelanjutan serunya Local Nation di hari kedua!


Tinggalkan Balasan